Golkar Riau - Ketua DPD Partai Golkar Riau, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, telah mengumpulkan seluruh jajaran pengurus DPD I Golkar Riau untuk membahas kesiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Riau, yang sebelumnya sempat mengalami penundaan.
Doli mengungkapkan, dirinya mendapat mandat langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat proses konsolidasi partai di Riau, dan langkah awal yang harus ditempuh adalah menyelenggarakan Musda.
“Insya Allah, sementara ini kita sudah sepakati Musda akan dilaksanakan pada Sabtu, 8 November. Malam ini saya ke Jakarta untuk melaporkan kepada Ketum sekaligus meminta persetujuan DPP terkait pelaksanaan Musda tersebut,” ujar Doli Selasa (04/11/25).
Ia menegaskan, Musyawarah Daerah kali ini harus berjalan bersih, demokratis, dan bebas dari praktik politik uang. Menurutnya, Partai Golkar sebagai partai besar mesti menjadi teladan dalam menegakkan integritas dan nilai-nilai demokrasi.
“Musda adalah momentum penting untuk konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan. Jangan sampai dicederai dengan praktik uang. Kita ingin Musda berlangsung secara jujur, terbuka, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Doli menambahkan, menjaga marwah Partai Golkar adalah hal utama. Ia menilai, hanya pemimpin yang lahir dari proses yang bersihlah yang akan mampu membawa partai semakin kuat dan dipercaya masyarakat.
“Pemimpin yang lahir dari proses yang bersih akan membawa Partai Golkar makin kokoh dan dipercaya rakyat,” ucap Anggota DPR RI tersebut.
Terkait pencalonan Ketua DPD I Golkar Riau, Doli menjelaskan bahwa seluruh tahapan akan dimulai kembali dari awal.
“Prosesnya akan diulang dari awal karena penanggung jawab Musda sudah berganti. Kalau sebelumnya Pak Syamsuar, kini saya yang bertanggung jawab penuh. Panitia akan kita susun ulang hingga pelaksanaan Musda benar-benar siap,” tutupnya.