Elektabilitas Golkar di Atas 10 Persen, AMPG Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat
Elektabilitas Golkar di Atas 10 Persen, AMPG Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat

Golkar Riau - Partai Golkar mencatatkan elektabilitas di atas 10 persen dalam dua survei politik yang dirilis pada Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi perhatian bagi jajaran kader untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan aktivitas sosial di tengah masyarakat.

Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, mengatakan pergerakan kader di berbagai tingkatan menjadi salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap tingkat keterpilihan partai.

Menurutnya, aktivitas organisasi Golkar semakin intensif, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. Organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta organisasi sayap partai juga terus menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Kalau kita melihat kondisi sekarang, kader-kader Partai Golkar memang semakin agresif bergerak, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPP. Seluruh organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, termasuk organisasi sayap, semuanya bergerak untuk kepentingan rakyat,” ujar Said, dikutip dari RM.id, Minggu (25/10/2026).

Ia menyebutkan, pergerakan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang meminta seluruh kader untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat, tanpa harus menunggu momentum pemilihan umum.

“Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, bahwa kader-kader Golkar harus terus bergerak dan jangan menunggu pemilu. Jadi, memang tugas kita adalah membantu masyarakat di mana pun kita berada,” katanya.

Dua Survei Catat Elektabilitas Golkar di Atas 10 Persen

Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada 24 Oktober 2026, elektabilitas Partai Golkar tercatat sebesar 10,7 persen.

Survei yang dilakukan pada 12–21 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden tersebut mencatat Gerindra memperoleh 23,1 persen dan PDI Perjuangan 11,6 persen. Margin of error survei disebut sekitar 2,9 persen.

Sementara itu, survei Voxpol Center yang dirilis pada 22 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Golkar sebesar 11,7 persen. Dalam survei tersebut, Gerindra memperoleh 21,1 persen dan PDI Perjuangan 16,1 persen.

Hasil kedua survei itu menunjukkan elektabilitas Golkar berada di atas 10 persen. Meski demikian, Said mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat kader berpuas diri.

Menurutnya, hasil survei harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat kerja organisasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat menjelang Pemilu 2029.

AMPG Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana

Said menjelaskan, salah satu bentuk pengabdian AMPG diwujudkan melalui kegiatan kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

AMPG, kata dia, telah menyalurkan ribuan paket bantuan bagi warga yang membutuhkan. Selain bantuan logistik, tim AMPG juga terlibat dalam upaya membantu masyarakat memulihkan kondisi pascabencana, termasuk memperbaiki rumah ibadah dan masjid.

“Sejak hari kedua kejadian sampai hari ini, tim kami masih berada di Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat, termasuk memperbaiki rumah-rumah ibadah dan masjid. Ini merupakan arahan Ketua Umum bahwa kita harus bekerja untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain kegiatan kemanusiaan, AMPG juga mengembangkan program pembinaan kader muda melalui Akademi AMPG. Program tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda Partai Golkar dengan melibatkan para senior untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

AMPG turut mendorong partisipasi anak muda melalui kegiatan olahraga, di antaranya turnamen futsal dan basket, sebagai sarana membangun kebersamaan serta mempererat hubungan antarkader.

“Di AMPG sekarang juga ada Akademi AMPG. Di sana para senior Partai Golkar memberikan ilmu kepada kader-kader muda. Semua anak muda Partai Golkar berpartisipasi untuk membantu masyarakat, bukan semata-mata untuk menaikkan elektabilitas,” ujarnya.

Target Tambah Kursi DPR RI pada Pemilu 2029

Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa seluruh kader Golkar perlu menjaga konsistensi kerja politik dan sosial agar kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia menyebutkan, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPR RI dari 102 kursi yang dimiliki saat ini.

Untuk mencapai target tersebut, konsolidasi organisasi dan keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dinilai perlu terus diperkuat.

Said berharap hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Golkar di atas 10 persen dapat menjadi dorongan bagi seluruh kader untuk meningkatkan kinerja dan memperluas pengabdian menjelang Pemilu 2029.

“Ini menjadi momentum semangat seluruh kader Partai Golkar untuk terus berbuat. Di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia, kita ingin meningkatkan jumlah kursi di DPR. Jadi, hasil survei ini menjadi motivasi kita semua dan insyaallah kita akan terus bergerak,” pungkasnya