Golkar Riau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji subsidi, meski harga minyak mentah dunia masih mengalami fluktuasi.
Bahlil mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertahankan harga BBM dan elpiji subsidi pada level saat ini.
“Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi, termasuk di dalamnya adalah elpiji subsidi,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7).
Selain memastikan harga tetap stabil, pemerintah juga menjamin ketersediaan stok BBM dan elpiji bagi masyarakat. Bahlil menyebut persediaan BBM dan minyak mentah nasional berada di atas standar minimum yang telah ditetapkan, begitu pula dengan stok elpiji.
“Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude, insyaallah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi elpiji,” ujarnya.
Menurut Bahlil, pergerakan harga minyak mentah dunia masih dipengaruhi oleh situasi geopolitik dan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat harga minyak global bergerak fluktuatif.
Pada perdagangan Selasa (28/7), harga minyak mentah dunia tercatat kembali mengalami penurunan seiring adanya tanda-tanda meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip data Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,29 poin atau 0,34 persen menjadi 85,07 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,01 poin atau 1,22 persen menjadi 81,62 dolar AS per barel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Iran dan masih membuka peluang tercapainya penyelesaian konflik. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa serangan AS dapat kembali dilakukan apabila proses perundingan menemui jalan buntu.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian pasar minyak global. Analis IG Tony Sycamore menilai adanya harapan penyelesaian konflik untuk sementara meredakan tekanan terhadap harga minyak.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap gangguan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah juga masih membayangi pasar energi. Kelompok Houthi disebut berupaya memperluas pengaruhnya di jalur pelayaran strategis Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi salah satu jalur penting perdagangan global.
Analis Marex Edward Meir menilai kemampuan Houthi untuk melakukan blokade secara penuh masih diragukan. Namun, ia menyebut lalu lintas kapal di kawasan Laut Merah dan Selat Hormuz telah mengalami penurunan signifikan.
Menurut Meir, salah satu faktor yang membuat harga minyak tidak mengalami lonjakan lebih tinggi adalah melemahnya permintaan, terutama dari kawasan Asia.
Meski dinamika harga minyak dunia masih dipengaruhi perkembangan geopolitik, pemerintah Indonesia memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM dan elpiji subsidi dengan harga yang berlaku saat ini.