Golkar Riau - Kabel fiber optik (FO) yang dibiarkan menjuntai rendah di badan jalan kembali memakan korban. Kali ini, seorang siswi SMA bernama Shakira mengalami luka di leher dan tangan setelah tersangkut kabel saat melintas di Jalan Inpres, tepatnya di depan Jalan Kulim, Kecamatan Marpoyan Damai, Selasa (11/11/2025).
Insiden ini menambah panjang daftar korban akibat semrawutnya jaringan kabel optik di Kota Pekanbaru. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Syafri Syarif SE, menyatakan keprihatinan mendalam dan menilai persoalan kabel optik kini sudah menjadi masalah serius di berbagai daerah, termasuk Pekanbaru.
“Kabel-kabel optik ini sudah jadi perhatian hampir di semua kota. Kita ingatkan para penyelenggara jaringan untuk menata kembali kabel mereka. Korban sudah banyak. Jangan tunggu ada korban berikutnya baru bertindak,” tegas Syarif, Jumat (14/11/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak perusahaan penyedia internet yang beroperasi tanpa izin resmi dari Pemerintah Kota. Beberapa bahkan hanya bermodalkan persetujuan RT atau RW untuk mendirikan tiang dan menarik kabel ke pemukiman.
“Kami terus menerima aduan dari masyarakat. Provider hanya mengaku sudah dapat izin RT atau RW, padahal itu tidak cukup,” jelasnya.
Politisi Golkar tersebut turut menyoroti lemahnya regulasi soal pemasangan dan penataan kabel optik di Pekanbaru. Hingga saat ini, belum ada Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwako) yang secara khusus mengatur keberadaan jaringan kabel optik.
“Ini kendala kita. Pekanbaru belum memiliki aturan yang jelas soal kabel optik. Alhamdulillah, kemarin kami sempat berkunjung ke salah satu kota yang sudah punya regulasi tersebut. Mudah-mudahan Pekanbaru bisa segera menyusul,” tambahnya.
Komisi I DPRD Pekanbaru juga dijadwalkan akan kembali memanggil APJATEL bersama sejumlah dinas terkait, seperti Diskominfo, DPMPTSP, PUPR, dan Satpol PP, untuk membahas solusi dan merumuskan regulasi penataan kabel optik di kota ini.
“Minggu lalu kami sudah mencoba memanggil APJATEL, tapi mereka tidak hadir. Dalam waktu dekat, kami akan panggil kembali,” tutup Syarif.